• Tentang Desa Alas Rajah

    Desa Alas Rajeh merupakan salah satu desa di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Jarak tempuh dari Pasar Blega mencapai kurang lebih 5 Kilometer. Secara geografis, desa ini merupakan daerah perbukitan.

  • KKN UTM Kelompok 39

    Perkumpulan Manusia Super Dengan Kekuatan Spektakuler

  • Produk Unggulan

    Produk yang terbuat dari hasil alam Alas Rajah

  • Pendidikan

    Melalui pendidikan kita memajukan desa Alas Rajah

  • Surga Tersembunyi

    Potensi alam desa Alas Rajah.

Video Profile Desa Alas Rajah



Secara geografis Desa Alas Rajah merupakan salah satu desa yang ada di wilayah Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan yang dipertanyakan oleh beberapa desa sebagai satu kesatuan hubungan wilayahnya. Batas-batas wilayah Desa Alas Rajah yaitu sebagai berikut :
Sebelah utara: Desa Dasok Kecamatan Konang Sebelah selatan : Desa Blega Sebelah timur : Desa Blega Oloh Sebelah barat : Desa Kaijan Sedangkan luas Desa Alas Rajah adalah 402.772 ha. Secara administrasi, Desa Alas Rajah terbagi menjadi 6 dusun yaitu Dusun Alas Rajah, Dusun Jing Injing,dusun Lajing Barat, dusun Lajing timur, dusun Toronan dan dusun Konyik. Sedangkan jarak antara Pemerintahan desa dengan Kantor kecamatan Blega kurang lebih 7,5 km dan dengan pendopo Kabupaten Bangkalan kurang lebih 45 km.
Share:

Pembagian Kamus

   

 Program kerja pemberian kamus ini masih berkesinambungan dengan program kerja pengajaran, dimana pembelian kamus ini dilakukan karena masih minimnya media pembelajaran seperti kamus dan perpustakaan, sehingga KKN 39 mempunyai inisiatif untuk membelikan kamus yang bertujuan untuk dapat digunakan oleh siswa di madrasah atau sekolah masing-masing.
Share:

Produk Unggulan Alas Rajah





            Produk unggulan desa menjadikan suatu tujuan kuat kelompok KKN 39 Universitas Trunojoyo Madura dalam memajukan Desa Alas Rajah. Banyak produk baru yang ditemukan dari hasil pertanian warga yang ada di Alas Rajah diantaranya adalah kedelai, jagung, pisang, dan tusuk sate. KKN 39 mencoba mengkreasikan 3 bahan tersebut sebagai produk unggulan di Desa Alas Rajah. Yang pertama kedelai, Alas Rajah menjadi penghasil kedelai terbesar di Blega. KKN 39 mencoba mengolah kedelai sebagai pengganti kopi yang non cafein yang dapat disebut kopi kedelai. Kopi kedelai ini sangat banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan diantaranya dipercaya dapat mengatasi diabetes, mengurangi resiko penyakit jantung, mencegah kanker, menjaga berat badan, dan masih banyak lagi. Cara pengolahanya juga cukup mudah hampir sama seperti mengolah bubuk kopi.
            Produk yang kedua yakni jagung, disini jagung dimanfaatkan sarinya untuk pembuatan pudding jagung. Jagung juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya baik untuk pencernaan, mencegah anemia,sumber energi, tulang kuat, dan masih banyak lagi. Pembuatanya pun cukup mudah seperti membuat puding biasa, hanya ditambah dengan sari jagung.
            Produk yang ketiga yakni pisang, pisang diolah menjadi pisang geprek yang sangat lezat, caranya pun cukup mudah seperti mengolah pisang goreng hanya saja ditambahkan dengan tepung terigu dan tepung panir. Produk yang keempat yakni tusuk sate, disini banyak tumbuhan bambu sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tusuk sate. KKN 39 menambahkan label di tusuk sate sehingga lebih terlihat bernilai guna dan sama dipasaran. Dari 4 produk tersebut KKN 39 berharap warga Desa Alas Rajah bisa mengembangkan produk tersebut agar dapat mengurangi jumlah pengangguran di desa Alas Rajah.

Share:

KKN 39 UTM Membuat Papan Nama Jalan di Desa Alas Raja



KKN 39 UTM Membuat Papan Nama Jalan di Desa Alas Rajah
            (19/1/19) KKN 39 UTM membuat papan nama jalan di Desa Alas Rajah guna untuk mempermudah warga atau masyarakat luar Alas Rajah mengakses jalan. Papan nama jalan desa merupakan tanda nama untuk mengetahui suatu tempat atau lokasi tertentu sehingga mudahi dikenali orang yang nama papan nama jalan desa tersebut, selain sebagai pengenal papan nama desa juga bermanfaat untuk memperindah tempat yang akan ditunjuk.
            Proses pembuatan nama jalan tersebut diawali dengan diskusi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 39 dengan Kepala Desa Alas Raja untuk menentukan nama jalan di desa tersebut. Dukungan dari masyarakat, perangkat-perangkat Desa Alas Rajah dan juga pemuda sangat besar, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Respon dari masyarakat sangat baik dan antusias sekali.
            Choirul Anwar selaku Kordinator Desa KKN 39 mengatakan bahwa pembuatan papan nama jalan dilatar belakangi oleh kurangnya petunjuk nama jalan di desa Alas Rajah, sehingga banyak orang kesulitan menemukan alamat disetiap jalan di desa tersebut. “tujuan dibuatnya papan nama jalan ini untuk mempermudah masyarakat pendatang agar mengetahui setiap jalan di Alas Rajah.” Ujarnya.
Faktor cuaca sempat menghambat dalam pelaksanaan kegiatan ini, tetapi Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Semoga papan nama jalan desa Alas Rajah bermanfaat dan berkesan sebagai bentuk pengabdian KKN 39 UTM.

Share:

Sosialisasi Pengembangan Produk




Sosialisasi Pengembangan Produk
Program sosialisasi produk ini bertujuan untuk mengenalkan olahan dari hasil panen Desa Alas Rajah sendiri. Dalam sosialisasi ini ada beberapa produk yang dipamerkan, seperti puding jagung, pisang geprek, kopi kedelai dan tusuk sate. Sehingga, kegiatan yang bernuansa baru di tengah kebiasaan masyarakat Alas Rajah ini diikuti oleh para warga dengan antusias.
kendala pada sosialisasi produk ini yaitu kurangnya tempat duduk pada masyarakat, karena kursi yang disediakan cukup terbatas. Karena masyarakat yang hadir, jumlahnya di luar ekspektasi panitia. Sehingga kebanyakan dari mereka menyaksikan di warung depan balai desa. Kendatipun demikian, acara tetap berlangsung dengan lancar sebagaimana konsep.

Share:

Dihadiri Perangkat Desa Alas Rajah dan Balai Penyuluhan Pertanian Blega, Acara KKN 39 UTM Berlangsung Khidmat



Dihadiri Perangkat Desa Alas Rajah dan Balai Penyuluhan Pertanian Blega, Acara KKN 39 UTM Berlangsung Khidmat
Jum’at (25/01) 2019, gebyar Pisah Kenang dan Sosialisasi Pengembangan Produk mengakhiri rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 39 UTM. Sebagai wujud syukur dan implementasi pengabdian, segenap anggota kelompok tampak kompak mengeksekusi acara demi acara yang telah disiapkan.
Dihadiri segenap perangkat Desa Alas Rajah, tokoh masyarakat, anggota Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Blega dan para pelajar yang ada di Desa tersebut, acara berlangsung dengan khidmat. Acara dimulai dengan sambutan dari berbagai pihak seperti Kepala Desa Alas Rajah dan Koordinator Desa KKN 39 UTM. Kemudian, berlanjut dengan rangkaian sosialisasi pengembangan produk yang meliputi puding jagung, kopi kedelai, tusuk sate, dan pisang geprek.
Menanggapi langkah inovatif dari kelompok tersebut, Ketua Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Blega menyampaikan apresiasi di tengah sosialisasi berlangsung. “Bapak Ibu sekalian, adik-adik mahasiswa yang KKN kali ini, harus kita acungi jempol. Karena, memang benar, Alas Rajah itu pusatnya kedelai dan jagung. Dan ternyata, selain hanya digunakan sebagai makanan pokok, adik-adik mahasiswa ini bisa menemukan alternative pemanfaatan hasil bumi kita ini dalam bentuk pudding jagung dan kopi kedelai.” terang Pak Sutaji.
Tidak hanya itu, Kepala Desa Alas Rajah juga turut bersyukur, karena hadirnya KKN 39 UTM mampu memberikan alternative baru dalam pemanfaatan jagung, kedelai, dan pisang. “Saya bersyukur, hadirnya adik-adik KKN selama sebulan ini sudah memberikan banyak pengetahuan kepada masyarakat tentang pengolahan hasil pertanian Alas Rajah.” Terang Kepala Desa Alas Rajah di tengah sambutannya.
Kemudian, rangkaian acara ditutup dengan penampilan seni para pelajar yang tersebar di Desa Alas Rajah seperti MI Baiturrohman, SMP Nurul Ikhlas, SMP Nurul Arifin, SDN 1 dan SDN 2 Alas Rajah. Serta akhirnya, Koordinator Desa KKN 39 UTM menyampaikan syukur dan terima kasih pada semua pihak saat dimintai komentar. “Alhamdulillah, puji syukur, akhirnya acara pisah kenang dan sosialisasi ini bisa dihadiri masyarakat Desa Alas Rajah dengan penuh antusias. Tentunya, saya sampaikan terima kasih pada semua pihak yang sudah membantu terselenggaranya acara ini, khususnya Pak Kelebun Alas Rajah.” Terang Anwar.  

Share:

Pelatihan Komputer

Pelatihan Komputer Dalam pelaksanaan program desa, tentu tidak bisa ditinggalkan aspek administrasi desa, karena hal itu merupakan penentu jalannya program desa. Kemudian, kerja desa akan lancar, jika semua sistem administrasi bisa dilakukan dengan optimal. Optimalisasi sistem administrasi desa secara struktural (desa-kecamatan-kabupaten, dst) tidak bisa lepas dari kebutuhan sumber daya dalam bidang teknologi komputasi, karena sistem yang ditentukan pemerintah (perencanaan hingga pertanggungjawaban) melalui media komputasi. Oleh karena itu, perangkat desa dituntut untuk bisa menguasai program komputasi, agar bisa menyesuaikan diri dengan sistem. Maka, pelatihan komputer perlu dilakukan, sebagai bentuk pembekalan skill komputasi pada perangkat desa yang notabene pelaku roda pemerintahan desa. Sasaran acara ini Secara konkret, sasaran dari pelatihan ini adalah para perangkat Desa Alas Rajah. Pelatihan Komputer dilakukan dengan metode workshop. Dimana anggota KKN 39 akan menyampaikan materi-materi program komputer dalam workshop tersebut. Workshop dilaksanakan tidak hanya satu kali, namun bisa lebih sesuai kebutuhan. Tempat workshop akan dilaksanakan di Balai Desa, dan membutuhkan media elektronik; laptop, komputer, lcd proyektor dan aplikasi komputer. acara ini di pimpin oleh M.Wafir Maulana yang sekaligus berperan sebagai pemateri.
Share:

Potret Pendidikan Daerah Terpencil




“POTRET PENDIDIKAN DAERAH TERPENCIL”

            Pendidikan adalah suatu hal yang mutlak bagi warga negara Indonesia. Pendidikan adalah jalan yang terbaik untuk meningkatkan taraf kehidupan sebuah generasi tak terkecuali di Indonesia. Dimana Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki kemajemukan dalam berbagi dimensi kehidupan, baik sosio-kultur, politik, ekonomi, juga kondisi geografis dan topografi  alamnya.

            Pendidikan di Indonesia belum merata. Kesenjangan kualitas pendidikan antara di kota dengan di daerah terpencil masih tinggi. Masih banyak sekolah. Sekolah-sekolah di daerah terpencil yang masih belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Indonesia. Salah satunya pendidikan di desa terpencil perbatasan kota Bangkalan dan Sampang pulau Madura yakni desa “ Alas Rajeh”

            Pagi itu ketika matahari belum menampakkan sinarnya, anggota KKN 39 sudah siap menjalankan tugasnnya masing-masing. Tugas hari ini yakni mengajar di sekolah-sekolah yang ada di desa Alas Rajeh dan itu juga termasuk dalam salah satu proker kami. Sebelum berangkat kami tak lupa sarapan terlebih dahulu, setelah sarapan. Kordes membawakan bekal dengan kata-kata yang penuh makna’ semua manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk mengubah hidup orang lain. Mari bersama-sama mewujudkan mimpi adik-adik disudut negeri untuk mendapatkan pendidikan yang layak” ucapnya.

Kami dibagi beberapa kelompok agar bisa memasuki setiap sekolah yang ada di Alas Rajeh. Ketika kami sampai disekolah, kami disambut dengan senyuman ceria dan wajah polos murid-murid, mereka mengantarkan kami ke ruang kepala sekolah. Kami disambut baik oleh kepala sekolah. Namun ada yang membuat hati kami tertegun ketika kami memasuki ruangan kelas yang hanya ada 8 murid. Bahkan ada yang hanya 3 murid, tetapi itu tidak menyurutkan semangat mereka, bahwa untuk buka pegangan guru sekolah pun cuma mempunyai 1 disetiap mata pelajaran. Muridpun sama mereka hanya membawa beberapa buku tanpa sampul dan agak lusuh. Bahkan guru yang ada disekolah-sekolah tersebut jumlahnya  tidak lebih dari 10, entah kata apalagi bisa merangkainnya yang paling membuat hati kami bergetar adalah mereka harus belajar dengan ruangan kelas yang hampir saja mau roboh. Mungkin kalau ada hujan lebat kelas itu akan roboh, mereka tetap semangat belajar entah apa yang ada di hati mereka takut kan?  Kitapun tak tau.

Kondisi tersebut menjadi kondisi yang cukup lumrah di daerah terpencil tapi di satu sisi menjadi hal yang tabu di perkotaan. Tak banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan di perbatasan yang bernasib malang karena tak dapat memperoleh pendidikan bermutu. Tetap semangat nak kalian penerus bangsa

Share:

Puding Jagung Madura Sehat Ala KKN 39



Puding Jagung Madura Sehat Ala KKN 39
            Jagung adalah salah satu tanaman penting di pulau Madura selain padi, tembakau, kacang-kacangan dan lainnya. Jagung Madura mempuyai perbedaan dengan jagung Jawa, rasa jagung Madura lebih manis tapi bentuknya mungil. Banyak sekali manfaat dari jagung bagi kesehatan, antara lain baik untuk pencernaan, mencegah anemia, sumber energy, menurunkan kolestrol LDL, cegah diabetes dan hipertensi, dan masih banyak lagi.
Di sini KKN 39 ingin memperkenalkan olahan baru dari jagung untuk masyarakat Alas Rajah yang notabennya petani jagung. Biasanya masyarakat disini hanya mengolah jagung menjadi jagung rebus atau pengganti nasi saja. KKN 39 mencoba mengkreasikan jagung menjadi pudding jagung. Bukan hanya cara pembuatanya gampang, tapi juga menyehatkan dan juga bisa dikonsumsi dari kalangan balita hingga lanjut usia. Kalian juga bisa mencobanya lho, yuk intip cara membuatnya.
Bahan-bahan:
·         Jagung manis 2 buah, bersihkan dari kulit dan rambutnya kemudian sisir dan sisihkan
·         Santan kelapa 800 ml
·         Gula pasir sesuai selera
·         Tepung maizena 3 sdm, larutkan menggunakan air. Sisihkan
·         Garam 1 sdt
·         Agar-agar bubuk 1 bungkus, merk apa saja
Langkah-langkah pembuatan:
·         Ulek semua jagung yang telah disisir sampai halus, lalu campur dengan santan
·         Siapkan wadah ukuran sedang. Masukkan agar-agar bubuk ke dalam panci, tambahkan gula pasir, garam, dan jagung yang telah diulek dengan santan tadi. Aduk-aduk hingga semua bahan tercampur semua.
·         Masaklah pudding hingga matang, jangan lupa untuk terus mengaduk secara perlahan-lahan. Masukkan tepung maizena yang telah dilarutkan dalam air. Masak kembali kurang lebih lebih 4 menit ambil diaduk pelan-pelan.
·         Siapkan wadah untuk menuang pudding. Tunggu beberapa saat hingga pudding agak dingin dan uap panasnya hilang. Masukkan kedalam lemari es.
·         Pudding jagung siap untuk dinikmati.
Mudahkan cara membuatnya, yuk silahkan dicoba.

Share:

Kopi Kedelai, Menjaga Kesehatan Jantung Hingga Atasi Diabetes. Enak kah?



 Kopi Kedelai, Menjaga Kesehatan Jantung Hingga Atasi Diabetes. Enak kah?
            Kopi merupakan jenis minuman yang banyak digemari banyak orang, baik dari kalangan anak muda hingga dewasa sampai orang tua. Minuman kopi yang sedap sungguh sangat cocok dinikmati saat kapan pun, apalagi saat musim hujan seperti ini. Minum kopi seakan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia mulai dari dulu hingga saat ini. Sudah tak heran lagi, tradisi ngopi ini telah mengakar bagi masyarakat mulai dari golongan menengah bawah sampai ekonomi menengah atas. Semua lpisan masyarakat memang rami yang kecanduan kopi, jadi seperti ada yang aneh kalau melewatkan waktu untuk menikmati kopi.
            Kopi sendiri merupakan tipe minuman yang diciptakan dari pengolahan biji kopi. Biji kopi dihasilkan dari pohon kopi yang sudah siap dan tua yang kemudian dikupas serta dikeringkan dulu. Negara Indonesia merupakan negara penghasil kopi dengan jumlah sangat banyak di dunia. Maka tak heran kopi dari Indonesia sudah tersebar dibeberapa negara.
            Dari sisi lain mengkonsumsi kopi yang berkafein dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak negative untuk kesehatan. Maka dari itu KKN 39 mencoba mengkreasikan kopi non kafein berbahan kacang kedelai yang aman dikonsumsi. Kenapa harus kedelai? Karena di desa Alas Rajah juga penghasil kedelai, mayarakat belum bisa mengolah kedelai menjadi bahan yang awet dan tahan lama. Kedelai juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan diantaranya mengurangi resiko penyakit jantung dan memberi efek baik untuk diabetes. Protein dan isoflavon hadir dalam kedelai, membantu dalam mengurangi kolestrol LDL serta penurunan kemungkinan pembekuan darah. Hal ini bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Sedangkan protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan diabetes.
            Pembuatan kopi kedelai sangatlah mudah, tidak berbeda dengan pembuatan kopi. Pembuatan kopi kedelai dimulai dengan pemilihan/sortasi biji kedelai, pembersihan dan pengupasan yang dilanjutkan dengan penyangraian. Setelah disangrai kemudian digiling kemudian disaring dengan ayakan. Begitupun dengan cara penyajiannya, tuangkan 2 sdm bubuk kopi kedelai kedalam cangkir, bisa ditambahkan jahe, tambah gula secukupnya lalu tuangkan air panas ke dalam cangkir, lalu seduh. Mudah bukan? Kopi kedelai juga mempunyai rasa yang sangat khas. Bagi orang yang punya penyakit dan tidak boleh banyak meminum kopi yang mengandung kafein tidak perlu takut meminum kopi lagi. Ayo saatnya move on ke kopi yang lebih sehat non kafein dengan mengkonsumsi kopi kedelai.
           
           

Share:

Di Balik Usaha Tusuk Sate di Tanah Bambu



Di Balik Usaha Tusuk Sate di Tanah Bambu
            Pepatah mengatakan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk sukses. Dalam dunia usaha ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada hal-hal yang sulit dipahami oleh akal sehat namun bisa terjadi. Pak Jauhari namanya, pengusaha sukses yang dimulai dengan pahitnya kehidupan. Beliau bertempat tinggal di dusun Lajing Timur, Laok Embong, Blega, Bangkalan. Usaha yang beliau rintis adalah tusuk sate, yang sudah tersebar di wilayah Blega, Denpasar, Singaraja, dan Kediri. Usaha ini dirintis sejak 4 tahun yang lalu. Sebelum membuka usaha tusuk sate sendiri, dulu pak Jauhari ikut usaha orang di daerah Modung. Lambat laun pak Jauhari mulai merintis usahanya sendiri dengan bermodal 45 ribu.  
            Pak Jauhari membuka usaha tusuk sate dengan mengambil bahan setengah jadi  di desa Beteran, beliau mengambil di 4 pengrajin yang kemudian diolah sendiri. Cara pembuatan tusuk sate pun cukup simple. Yang pertama proses pemotongan kayu, kemudian dilanjutkan dengan pembelahan, lalu proses pembulatan dan yang terakhir peruncingan. Proses tersebut sudah dikerjakan oleh mesin. Kendala yang dihadapi beliau adalah pekerja. Pak Jauhari mengerjakan tusuk sate yang satu bulan bisa menghasilkan 8 ton sendirian tanpa pekerja. Pemuda Alas Rajah jarang yang tinggal di rumah, mereka selalu pergi merantau padahal potensi yang ada di desa sangat melimpah.
            Setelah berdiskusi panjang lebar dengan pak Jauhari, KKN 39 mencoba mengembangkan produk tusuk sate agar bisa terkenal lebih luas lagi terutama di wilayah Madura. KKN 39 mencoba mengkreasikan tusuk sate dengan kemasan plastik dan memberi label agar terlihat lebih cantik. KKN 39 pun memberikan bibit-bibit penyadaran kepada pemuda desa Alas Rajah tentang berwirausaha. Tentu sangat disayangkan bilamana potensi-potensi yang ada di Alas Rajah tidak bisa dimanfaatkan, bambu yang ada di sini sangatlah berlimpah tapi masyarakat masih belum bisa mengolahnya. Semoga tusuk sate pak Jauhari bisa menembus sampai ke mancanegara dan bisa membanggakan nama Alas Rajah terutama Madura.

Share:

Pisang Geprek, kamu Wajib Coba Olahan Kekinian ini, Maknyuss!!



Pisang Geprek, kamu Wajib Coba Olahan Kekinian ini, Maknyuss!!!
            Jangan sedih saat musim hujan menyerang dan membuatmu tak bisa kemana-mana. Ini saatnya berexperimen kuliner, sore yang hujan makin nikmat saat ditemani dengan pisang hangat. Buah pisang menjadi salah satu buah paling hits saat ini. Banyak banget olahan pisang yang bisa ditemui, tidak cuma pisang goreng atau pisang molen. Di desa Alas Rajah pohon pisang sangat banyak sekali tumbuh di sepanjang jalan. Masyarakat di sini hanya bisa mengolahnya menjadi  pisang rebus atau pisang goreng. KKN 39 mencoba mengkreasikan pisang menjadi olahan baru, yakni pisang geprek. Kalian pasti awam mendengarnya, biasanya ayam yang digeprek sekarang malah pisang yang digeprek. Yuk coba simak cara membuatnya.
Bahan-bahan:
·        - Pisang (bisa pisang apa saja sesuai selera)
·        - Tepung bumbu pisang goreng
·         - Tepung panir kasar
·         - Coklat meses, keju, susu.
·         - Minyak goreng
Cara membuatnya simple banget:
·         -  Kupas pisang, penyet sedikit dengan sendok atau pakai tangan juga bisa
·      - Campurkan tepung bumbu pisang gorengdengan air ecukupnya, jangan terlalu encer lebih baik sedikit kental
·         - Celupkan pisang yang sudah dipenyet kedalam larutan tepung
·        -  Balurkan ke tepung panir sampai rata
·         - Goreng di minyakpanas dengan api sedang (jangan terlalu besar agar tidak gosong)
·         - Tiriskan dan bauri dengan susu dan keju
·         - Pisang geprek siap untuk dihidangkan.
Alhamdulillah masyarakat Alas Rajah sangat menyukainya, baik yang muda hingga yang tua. Bagaimana bananaholic, kalian sudah siap mencoba? KKN 39 siap menjadi jurinya.


Share:

Popular Posts

Instagram

Recent Posts